Tampilkan postingan dengan label GRP POST. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GRP POST. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2017

ROMANTIS ADALAH...


+GRP kajen 

01.Romantis adalah ketika seorang istri berletih-letih belajar memasak di awal pernikahan mereka, demi menciptakan menu yang disukai suaminya.
Meskipun ia sendiri tidak menyukainya..
 
02. Romantis adalah ketika seorang suami telaten merawat istri dan anak-anaknya yang sedang sakit. Mengambil alih semua tugas rumah tangga yang sanggup ia kerjakan. 
03. Romantis adalah ketika seorang suami dengan sigap mengganti popok si kecil yang terbangun tengah malam, saat sang istri  terlelap karena kelelahan. 
04. Romantis adalah saat sepasang suami istri bahu membahu merapikan rumah dan memandikan anak-anak ketika mereka sedang digegas waktu untuk pergi ke majelis ilmu di suatu pagi. 
05. Romantis adalah saat seorang suami membangunkan istrinya untuk shalat malam dengan lembut, dan memerciki wajahnya dengan air ketika matanya masih ingin terpejam. 
06. Romantis adalah kerelaan seorang suami untuk menahan emosi ketika mendapati istrinya tengah marah, berlapang dada untuk memaafkan dan memberi udzur ketika sang istri bersalah.. 
07. Romantis adalah ketika seorang suami berkata pada istri tercintanya, “Mencari nafkah itu tanggung jawabku, tugasmu adalah mengurus rumah dan mendidik anak-anak kita..” 
08. Romantis adalah ketika seorang suami meminta sang istri untuk menutup aurat secara sempurna, sebagai bentuk penjagaan atas hartanya yang paling berharga. 
09. Romantis adalah ketika  seorang suami atau istri menolak permintaan pasangannya yang tidak sesuai syari’at dengan cara yang penuh hikmah.
Karena cinta tidak berarti selalu menuruti keinginan orang yang dicintainya, terlebih jika keinginannya bertabrakan dengan rambu-rambu syar’i.
Itulah cinta karena Allah yang sejati dan abadi..
 
+GRP kajen 
10. Romantis adalah ketika seorang suami menundukkan pandangannya ketika tak sengaja berpapasan dengan lawan jenisnya saat jalan dengan sang istri, dan mengeratkan genggaman tangan mereka lebih erat lagi.. 
11. Romantis adalah saat seorang suami bersedia untuk mendengarkan cerita istrinya yang panjang lebar, nggak beraturan dan nggak penting itu sampai tak sengaja ketiduran. 
12. Romantis adalah kesabaran seorang suami ketika sang istri menyambutnya di pintu dalam keadaan kacau balau, belum sempat mandi apalagi berhias, rumah berantakan tak berbentuk dan tak ada makanan tersaji di meja. “Nggak apa, malam ini kita makan di luar yuk..” 
13. Romantis adalah kesediaan seseorang untuk menerima diri pasangannya seutuhnya, lengkap dengan segala kekurangan, kelebihan dan masa lalunya, tanpa banyak mengatur dan meminta.
 
14. Romantis adalah saat memandang wajah seseorang yang kita cintai dalam lelapnya setelah seharian penat bekerja.. Dan sejenak menyadari, telah menghabiskan tahun-tahun penuh bahagia bersamanya, seseorang yang Allah pilihkan untuk menemani pahit manis perjalanan ini.. 
15. Romantis adalah ketika sepasang suami istri saling mengingatkan dan menguatkan dalam kesabaran dan kebenaran. Karena mereka tidak hanya menginginkan kebersamaan di dunia saja, melainkan hingga ke Jannah-Nya.. 
16. Romantis adalah ketika engkau melihat ke dalam matanya di sela-sela obrolan santai kalian, dan menemukan masih ada cinta di sana. Cinta yang sama seperti saat pertama kali bertemu dulu..

Dan Inilah yang Saya Rasa Sangat Jarang DIlakukan Pasangan Anda…apalagi didaerah pedesaan… 

17. Ya, romantis adalah saat seorang suami/istri memasangkan helm ke kepala suami/istri tercintanya ketika mereka hendak bepergian dengan motor. (SAFETY RIDING)

 Dari Poin diatas,, Manakah yg sudah Menjadi Keseharian Kita...


Jumat, 29 Januari 2016

9 TIPS ISTRI BAHAGIA TANPA HARUS MAHAL



@puput_rias collection

Sebenarnya untuk bisa membahagiakan istri itu tidak harus dengan mengeluarkan banyak uang, Hal-hal yang kelihatannya sepele dibawah ini bahkan sama sekali tidak mengeluarkan biaya. Nah, dibawah ini adalah 9 Tips Yang Mudah dan Murah Untuk Membahagiakan Istri.

1. Berdandanlah untuk istri Anda, bersih dan wangi.

Jika anda menginginkan istri selalu tampil cantik di depan anda, maka begitupun para istri juga ingin suami terlihat "tampan" untuknya. Ingat bahwa Rasulullah SAW selalu memulai dengan Miswak ketika kembali ke rumah dan selalu mencintai kebersihan.

2. Panggilah istri Anda dengan panggilan yang indah.

Rasulullah SAW memiliki panggilan untuk istri-istrinya. Coba panggillah istri Anda dengan nama yang paling dicintainya, dan hindari menggunakan nama-nama yang menyakitkan perasaan istri.

3. Jika ada yang salah dari istri, cobalah sesekali diam dan tidak berkomentar!

Ini adalah salah satu cara Rasulullah SAW ketika ia melihat sesuatu yang tidak pantas dari istri-istrinya.

4. Tersenyum pada istri Anda setiap kali Anda melihatnya dan sering memeluknya.

Tersenyum adalah shadaqah dan istri Anda adalah bagian dari umat Islam. Bayangkan hidup dengan dia terus-menerus dan ia selalu melihat Anda tersenyum. Ingat juga hadits ketika Rasulullah SAW mencium istrinya sebelum berangkat, bahkan jika ia sedang berpuasa.

5. Berterima kasih atas semua yang dia lakukan untuk Anda.

Istri melakukan semua pekerjaan rumah, membersihkan rumah, dan selusin tugas lainnya. Dan kadang-kadang hanya butuh satu-satunya pengakuan setelah ia membuat sup untuk Anda; terima kasih!

6. Jangan meremehkan keinginannya. Hiburlah Dia.

Kadang-kadang orang dapat melihat ke bawah atas permintaan istri mereka. Rasulullah Allah SAW memberi contoh kepada kita dalam insiden ketika Safiyyah - radhiyallahu Allahu `anha - menangis karena, seperti katanya, ia telah menempatkan dirinya di atas unta yang lambat. Rasulullah menyeka air matanya, menghiburnya, dan membawakan untanya.

7. Bercandalah dan bermain game atau kuis dengan istri Anda

Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW berlomba dengan istrinya Aisyah di padang gurun. Kapan terakhir kali kita melakukan sesuatu seperti itu bersama istri kita?

8. Selalu ingatlah pesan Rasulullah SAW: "Yang terbaik dari kamu adalah yang memperlakukan keluarga mereka dengan cara terbaik. Dan aku yang terbaik di antara kalian dalam memperlakukan keluarga." Cobalah untuk menjadi yang terbaik!

9. Jangan pernah lupa berdoa kepada Allah SWT, agar menjadikan pernikahan kita barakah dan sukses.

Nah, untuk bisa romantis gak perlu yang mahal-mahal bukan, cukup buat istri anda merasa, dialah satu-satunya wanita terbaik dimata anda. silakan dicoba 9 tips diatas, insyaallah efeknya sangat manjur agar istri anda selalu bahagia lahir batin.

Suber : thejauhar,blogspot {dot}com


Senin, 25 Januari 2016

SUAMIKU,,, IJIKAN ADINDA BEKERJA,,

@puput_rias Collection
“Mas, aku mau kerja!”

“Jangan, dik. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”

“Itu, tetangga kita, dia kerja!”

“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”

“Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”

“Nanti, tunggu Mas meninggal dunia.”

“Apa-apaan sih?”

“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”

“Kalau adik perempuan Mas gimana,
dia kan bekerja juga???

“Hahaha,,, Adindaku yang paling Cantik,,,, dia itu kan profesinya Perias Pengantin, jadi ya wajarlah, Nanti kasihan para pengantin wanita kalau periasnya Cowok.”

“Tapi kebutuhan kita makin banyak, Mas”

“Kan Mas masih kerja, masih sehat, aku masih kuat. Akan Mas usahakan, InsyaAllah.”

“Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Kita untuk saat ini tidaklah cukup.”

“Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Mas, bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”

“Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”

“Istriku yang Mas cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Mas bisa mengerjakan pekerjaan sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Mas belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Mas yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Mas akan meminta Ibu untuk mengurus anak kita juga?”

“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Mas?”

“Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”

“Jadi, kita harus bagaimana?”

“Istriku yang manis,,, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Mas ada ide! Tapi Mas mau tanya dulu.”

“Apa, Mas?”

“Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”

“Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Mas. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”

“Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Mas terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”

“Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”

“Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”

“Apa?”

“Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”

“Iya, Mas, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”

“Kita ini partner, sayang. Maslah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”

“Tapi, Mas?!”

“Mas tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”

“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”

“Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”

“Kalau tidak kaya?”

“Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”

“Apa, Mas?

“Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”

***
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah” [H.R. Muslim]


Sumber : www {dot } thejauhar.blogspot {dot } com

Senin, 18 Januari 2016

ADINDAKU



@puput_rias Collection
Adindaku Sayang,
Aku sangat bersyukur kepada Allah atas pernikahan ini, atas dipilihnya engkau sebagai pendampingku atas dipilihnya engkau sebagai kekasihku. Aku juga bersyukur bahwa Allah telah mempertemukan aku dengan mu untuk menjalani sisa kehidupan ini bersamamu.

Adindaku sayang,

Aku adalah orang asing bagimu, dan engkau adalah orang asing bagiku. Kalau bukan karena mengharap ridha Allah atas pernikahan ini, tentu engkau akan memilih orang dekat yg engkau ketahui latar belakangnya, tapi karena engkau memilih Allah sebagai pelindungmu atas segala bahaya yg akan datang padamu, atas segala nikmat yg akan tercurah kepadamu maka engkau memilih aku sebagai suamimu meskipun aku sangat asing bagimu. Maka dengan itu pula akupun berdoa kepada Allah semoga engkau selamat dari bahaya yg timbul karena menikah denganku dan semoga rahmat Allah dapat tercurah kepadamu melalui pernikahan ini.

Adinda sayangku.

Aku bukanlah manusia sempurna yang terbebas dari salah. Aku hanyalah seorang hamba yg ingin menyempurnakan separuh agama, melaksanakan sunnah nabi seperti para sahabatku lainnya. Aku hanyalah seorang pengembara yang baru saja menemukan pulau tambatan hati, setelah sekian lama terombang-ambing dalam gelombang kebingungan dan kebimbangan, hingga Allah menurunkan rizkinya kepadaku berupa dirimu, sebagai tempat pelipur lara, sebagai tempat berkasih sayang, sebagai tempat berkeluh kesah, sebagai tongkat penunjuk jalan, sebagai pelita dalam kegelapan, sebagai embun dikala dahaga, sebagai tempat berteduh dikala panas, sebagai selimut dikala dingin, sebagai peredam duka dikala emosi, sebagai tempat berpangku mesra dikala gundah gulana dan sebagai tempat mengadu dikala ragu dan buntu.

Adindaku,

Aku menyadari siapa diriku, maka aku tak ingin meminta lebih kepadamu, aku tak ingin engkau secantik Zulaikha,atau secerdas Aisyah, atau sezuhud Khadijah atau semulia Maryam. Aku juga tak ingin engkau sesolehah Asiah tetapi bersuamikan firaun. Aku hanya ingin engkau seperti apa adanya, yg menangis dikala sedih, yg marah dikala terluka dan tersenyum dikala bahagia. Aku tidak menginginkan engkau sesempurna istri sang nabi, sebab aku sadar bahwa aku pun tidak sesempurna beliau. Yang aku inginkan adalah bahwa kita saling menjaga agar bisa meneladani sikap mereka.

Adindaku…

Jika engkau mengharap harta dariku, ketahuilah aku hanyalah seorang pemuda biasa, yg penghasilannya dapat engkau lihat sendiri. Aku juga bukan pengusaha yg mungkin bisa mewujudkan semua impianmu dengan uang mereka. Tapi jika engkau berpendapat bahwa harta dapat membawa kita kepada syurga, atau kefakiran bisa membawa kepada kekufuran, aku setuju dengan mu. Tapi aku bukanlah Abdurrahman bin auf, atau Abu bakar shiddiq atau ustman bin affan, yg dengan hartanya bisa membawa mereka ke pintu syurga. Aku mungkin hanya bisa menjadi Abudzar al giffari, yg hidup dalam kesendirian dan mati dalam kesendirian. Hanya iman yg ia bawa dan istri yg setia yg menemani pada saat-saat terakhirnya.

Adinda ku..

Justru dengan keberkahan yg insya Allah hadir bersamamu, kita bisa bersama-sama mengumpulkan harta sebagai bekal untuk akhirat kita. Justru dengan pernikahan ini semoga Allah membukakan pintu-pintu rezeki dari arah yg kita tidak sangka-sangka.

@puput_rias Collection

Adindaku sayang..

Saat mengetahui engkau menerima khitbahku. Aku menangis terharu, bumi yang ku pijak seakan bergoyang. Aku tak kuasa menahan rasa bahagia saat itu, saat engkau menyetujui lamaranku. Penantian panjang dan melelahkan yg menghabiskan hampir separuh nafas para pemuda dan pemudi, yg membuat mereka terbangun dikala malam, mengadukan nasibnya pada illahi rabbi, menangis disela-sela rintihan dan doa seraya bertanya kapan masa itu akan hadir menjemput mereka.

Masa-masa yg menggetarkan jiwa, menyenangkan hati dan membuat orang normal seperti orang kekurang akal, masa yang hakikatnya seperti berjalan diatas titian besi panas hingga mampu menjerumuskan mereka yg tidak sabar akan datangnya masa bahagia itu. Adindaku, tibanya masa itu merupakan rahmat yg tiada tara bagi para hamba yang bersyukur, yang menyadari bahwa pernikahan itu adalah sebuah perjuangan dan bukanlah sebuah permainan.

Sayangku…

Jika engkau mengharapkan ketampanan, kesempurnaan fisik dan penampilan, ketahuilah aku hanyalah seorang manusia biasa, yg lahir dari benih ayah dan ibuku, yang rupa dan bentuk fisiknya tak bisa aku inginkan sesuai mauku. Aku hanya menerima takdir tuhan, beginilah diriku adanya. Aku tidak setampan nabi Yusuf, tidak segagah nabi Daud, tidak sekuat Umar bin khatab, tidak sehalus Usman bin affan, tidak sepintar Ali bin abi thalib, dan aku juga tidak sesabar Abu bakar shiddiq. Jika engkau menginginkan semua sifat itu ada padaku, maka aku berlindung kepada Allah, atas kelemahan diriku. Tapi jika engkau mendoakan aku memiliki salah satu saja sifat mulia mereka, maka aku bersyukur kepada Allah atas doamu itu dan juga atas berlipatnya rizkiku karena menikah dengan manusia pemilik doa sepertimu.

Adindaku,

Aku dan engkau akan tahu, kita akan menghadapi masa-masa yang akan datang bersama-sama, masa yang kadang indah untuk dikenang, atau pahit untuk diingat. Semua tergantung seberapa besar hati ini mau melapangkan jalan untuk menerima apapun kondisi itu. Sayangku, Jika salah satu sudut hatimu pada saat ini sudah terisi untukku, maka sudut-sudut yang lain isilah dengan rabb pencipta alam semesta.

Jangan kau isi semua sudut hatimu dengan diriku atau dengan yanglain kecuali Tuhan mu, sebab aku tidak akan sanggup menjaga mu bahkan menjaga hatimu, hanya Allah lah yang bisa menjagamu, menjaga hati dan jiwamu, menjaga fisik dan ragamu. Kamu mungkin bisa melupakan aku jika aku berbuat kesalahan, kamu bisa saja membuang sudut hati tempatku berpijak dan mengganti dengan orang lain yang sesuai dengan keinginanmu, tapi engkau tidak akan bisa melupakan rabb pemilik hatimu. Dan aku lebih nyaman jika hatimu dikuasai oleh pemilik alam semesta, ketimbang dikuasai oleh aku atau apapun itu.

Adindaku,

Insya Allah kita akan menjalani tahap-tahap usia pernikahan kita,

Pada tahun pertama perkawinan kita, kuharap engkau mau lebih bersabar, mau memahami lebih dalam perbedaan-perbedaan antara kita, sebab kita adalah dua orang asing yang harus mengayuh perahu bersama, jika kita tidak bisa bekerja sama, aku khawatir perahu ini tenggelam ketika baru saja kita meninggalkan pantai.

Pada tahun kedua hingga tahun kelima, kuharap engkau sudah mengerti tentang diriku, tentang sifat dan tingkah lakuku. Saat itu mungkin anak pertama kita akan lahir dan tanggung jawab kita sebagai orangtua baru dimulai.

@puput_rias Collection
Aku berpesan kepadamu,

Kemulyaanmu sebagai seorang ibu baru saja dimulai, jika engkau merasa capek dan lelah janganlah sungkan-sungkan untuk meminta tolong kepadaku. Meski aku tahu pada saat itu mungkin kehidupan kita masih prihatin. Tapi aku yakin anak-anak kita yang masih lucu akan mampu menghapus semua duka lara, letih dan lelah serta rasa capek dan lelah karena tugas kita. Tugasmu sebagai madrasah yang memberi pendidikan agama dan nilai luhur para orang saleh pendahulu kita, dan tugasku membantumu membumikan pendidikan itu.

Pada tahun kelima hingga kesepuluh, mungkin kita akan didera oleh kondisi keuangan karena saat itu kebutuhan kita akan meningkat, anak-anak beranjak ke sekolah dan kebutuhan rumah tangga akan meningkat. Aku memohon kepadamu, bantu aku dengan doa-doamu, dengan dhuha dan tahajudmu dengan zikir dan shodaqohmu, semoga masa-masa sulit segera pergi hingga Allah memenuhi janjinya kepada kita.

Pada tahun kesepuluh hingga keduapuluh, mungkin Allah telah mengalirkan rezeki yang deras kepada kita, kehidupan mulai mapan, kesejahteraan mulai datang, dan anak-anak mulai dewasa. Aku memohon kepadamu, bantu aku menguatkan batin dan jiwaku agar aku tidak terperosok kedalam jurang kenistaan, karena godaan dunia berupa harta tahta dan wanita. Sadarkan aku tentang umur dan usiaku yang mulai menua juga temperamenku yang mulai meninggi dimakan usia. Bantu aku bersahabat dengan anak-anak kita, berikan mereka pengertian tentang arti kehidupan sesungguhnya, karena sebentar lagi mereka akan memilih jalannya masing-masing.

Pada tahun ketigapuluh dan sesudahnya, aku tak tahu apakah kita akan sampai disitu, yang jelas kita akan kembali berdua, anak-anak lelaki kita akan pergi dan anak perempuan akan mengikuti suaminya. Kita hanyalah sepasang manusia renta yang tak bisa melawan takdirnya. Kuingin saat itu, hari-hari kita hanya dipenuhi zikir dan tasbih, dipenuhi munajat dan doa, seraya menunggu utusan Tuhan datang menjemput.

Aku ingin engkau dan aku tetap menjadi pasangan didunia dan akhirat, jadi kumohon kita saling menjaga, saling memberi peringatan dan tausiah agar tujuan pernikahan ini sesuai dengan yang kita harapkan. Terakhir aku ingin kado ku ini menjadi prasasti cinta kita, yang tertanam jauh dilubuk hati, sehingga jika terjadi goncangan, kita selalu kembali ke komitmen awal pernikahan.

Salam bahagia

Suamimu.

Sumber : teman facebook Aan Gedibal Songolikur
disadur dari http://thejauhar.blogspot.co.id/2012/12/adindaku.html

Sabtu, 16 Januari 2016

Calon Suami Brondong Muda, Kenapa Tidak?

@puput_rias Collection
Budaya di masyarakat kita yang masih diwarnai warisan norma-norma yang cenderung konservatif tidak semuanya harus dianggap mutlak dan harus tetap berlaku dimasa sekarang ini. Perbedaan masa dan rentang waktu serta perubahan iklim budaya sebenarnya juga tidak perlu ditolak selama masih dalam koridor kewajaran tata nilai agama. Soal pernikahan misalnya, para orang tua selalu beranggapan bahwa dengan alasan kedewasaan, kebijaksanaan dan juga soal kepatuhan seorang istri terhadap suami, maka calon suami haruslah lebih tua usianya dari calon istrinya. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika kemudian diketahui usia pasangan orang-orang tua terdahulu sering kali terpaut jauh antara suami dan istri.

Masa berlalu, zaman berubah dan aturan-aturan yang berlaku pun mulai bergeser meski juga tidak menyalahi norma yang tetap dianggap baku. Mulailah kemudian trend yang berkembang adalah pernikahan dengan usia yang relatif sama. Meski tidak selalu, tetapi biasanya proses ini dimulai dari kesamaan visi, kesamaan jenjang pendidikan, pekerjaan atau bahkan hanya bermula dari pertemanan semasa di bangku pendidikan. Memang tidak persis sama usia diantara keduanya, dan biasanya terpaut hanya dua atau tiga tahun. Namun kondisi yang demikian masih bisa dibilang relatif sebaya.

Dan kini, warisan norma-norma dari leluhur yang demikian ternyata masih terus dipegang (dipatuhi) kalangan muda -khususnya wanita- bahwa mereka harus mendapatkan calon pendamping, orang yang akan menjadi pemimpin keluarganya dengan salah satu kriteria bakunya adalah usia yang lebih dewasa. Hal ini masih terlihat di masyarakat kita, baik berupa ungkapan-ungkapan yang tersirat, maupun dari profil-profil yang seringkali kita jumpai di berbagai biro jodoh. Ambil satu contoh profil dari sebuah biro jodoh Islami di Jakarta, "Calon yang saya harapkan tidak sekedar yang beraqidah dan berakhlak baik, tetapi juga yang lebih dewasa, bijak dalam bertindak dan bersikap jujur, sholeh ..."

Sementara disisi lain, tidak sedikit ditemui pasangan-pasangan yang tidak mempedulikan faktor usia tersebut. Selama ada kecocokan, kematangan dan kedewasaan berpikir dari lelaki yang berusia lebih muda dan yang terpenting, sikap enerjik, penuh semangat dan berjiwa muda dari si wanita, kenapa tidak? pikir mereka.

Menikah Dengan Yang Lebih Muda, Bukan Masalah
Mungkinkah seorang wanita menemukan cintanya pada seorang laki-laki yang usianya lebih muda? dan pada akhirnya jika terjadi pernikahan diantara mereka, dapatkah cinta yang memagari mahligai rumah tangga itu bertahan selamanya dan atau bahkan menjadi yang terakhir? (Kompas Cyber Media/KCM)

Jawabnya, tentu saja mungkin. Simaklah sebuah pertanyaan dalam sebuah rubrik konsultasi keluarga berikut; "Ustadz, saya ingin menikah dengan seorang wanita janda beranak dua. Tetapi wanita ini usianya kurang lebih 40 tahun dan saya jelas 26 tahun. Kami memang berdua saling mencintai. Langkah-langkah apa yang harus saya perbuat dengan dia setelah seumpanya kami berdua jadi nikah nanti?". Dan dengan bijak sang Ustadz menjawab; "Alhamdulillah, anda lebih mirip dalam mengikuti jejak langkah Nabi SAW daripada saya sendiri. Nabi SAW menikah pertama kali dengan Khadijah RA yang janda berusia 40 th dengan sekian anak dari suami-suami sebelumnya. Perkawinan Beliau SAW dengan Khadijah RA adalah perkawinan yang berkah luar biasa ..."

Contoh diatas memberi bukti bahwa bukan tidak mungkin seorang wanita yang bahkan sudah mempunyai anak dari suami sebelumnya (entah bercerai atau karena si suami meninggal) mendapatkan kembali sebuah cinta yang menjadi ruh bagi rumah tangganya. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pasangan tersebut menyiasati perbedaan usia yang mau tidak mau sudah pasti menciptakan gap antara mereka.

Selain itu, cukup penting untuk diketahui faktor-faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi di luar faktor Allah -adalah bahwa Allah yang maha berkehendak atas setiap makhluk-Nya-. Artinya, ada faktor dari si manusianya sendiri yang memegang peranan cukup signifikan sehingga "hubungan unik" ini bisa terjadi. Jika si wanita adalah orang yang penuh semangat, enerjik, berjiwa muda dan menyukai hal-hal yang penuh tantangan sebagai cerminan dari jiwa petualangnya, tentu hal-hal demikian akan mampu menyembunyikan goretan-goretan usia tuanya. Ia bisa tampil lebih fresh, lebih muda meski usianya menginjak usia diatas 35. Jadi sebaiknya, para wanita yang belum menemukan jodoh di usianya yang menginjak kepala tiga, tak ada salahnya untuk memperbaiki penampilan untuk lebih fresh, lebih enerjik dan penuh semangat.


Mengutip sebuah artikel di KCM, Judith Sherven, PhD, penulis The New Intimacy: Discovering the Magic at the Heart of Your Relationship mengatakan, dinding pemisah akibat perbedaan usia, tentu saja ada, dan harus diakui. Anda sangat naif jika menganggap perbedaan umur yang mencolok bukan masalah.

Jika pasangan Anda empat atau lima tahun lebih muda atau lebih tua, maka perbedaan itu tidak banyak pengaruhnya. Namun, jika pasangan Anda sepuluh atau duapuluh tahun lebih tua atau lebih muda daripada Anda, maka perbedaan ini bisa menghasilkan kesulitan-kesulitan, tambah Sherven.

"Pasangan yang lebih tua, cenderung memiliki energi dan waktu lebih sedikit dan mungkin tidak lagi tertarik mengeksplorasi hal-hal baru. Pasangan yang lebih muda mungkin ingin ber- rock and roll sepanjang malam bersama kawan-kawan seusianya. Tentu saja ini membosankan bagi yang lebih tua," ujar Sherven lagi.

Namun seberapa besar gap itu? Tergantung bagaimana pasangan tersebut menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada. Dinikmati saja, atau dibuat frustasi? Pertanyaan paling penting yang harus diajukan diantara pasangan ini, menurut Sherven adalah: "Siapakah kamu?" Tentu saja dalam arti luas, menyangkut pandangan hidup, pekerjaan, keluarga, kesukaannya, gaya hidup, dan lain-lain. Dan ini sangat membantu memahami perbedaan yang ada.

Wanita yang lebih tua menawarkan kebijaksanaan, dan pengalaman. Laki-laki yang lebih muda menawarkan ide-ide baru, khususnya tentang peran-peran dalam keluarga.

Diane Smith, seorang perawat di Inggris berusia 44 tahun yang menikah dengan laki-laki yang 14 tahun lebih muda mengatakan, "Anda tahu, laki-laki seusia saya, selalu mencari wanita yang dapat merawatnya," katanya. "Saya sendiri menginginkan laki-laki yang dapat menjaga dirinya sendiri." (KCM)

Yang tidak ia mengerti adalah mengapa laki-laki itu memilihnya, sementara banyak wanita muda dengan bentuk tubuh indah dan segar berkeliaran di luar sana. "Wanita sungguh tidak dapat mengerti, mengapa laki-laki menginginkan yang lebih tua, ketika keadaan mereka sendiri masih muda dan segar bugar. Apalagi masih banyak wanita muda dan cantik," ujarnya.

Agaknya, lanjut Smith, laki-laki yang jatuh cinta pada wanita lebih tua cenderung melihat bahwa gadis-gadis cute itu sangat muda, manja dan lugu, bahkan terkadang bodoh. Sementara laki-laki berkembang dan tumbuh dengan menginginkan kesempurnaan, pemahaman, pengalaman, pengetahuan, sesuatu yang bisa diberikan oleh wanita yang lebih tua usianya, katanya.

Laki-laki yang lebih tua, kadang mencari gadis-gadis muda untuk membuatnya merasa kuat, jantan dan powerfull. Tidak demikian halnya dengan wanita lebih tua yang menikahi laki-laki muda. "Tidak seperti laki-laki, ego seperti itu tidak penting bagi wanita," kata Smith. "Yang terpenting bagi kami adalah menemukan seseorang yang mencintai dan bisa menjadi teman terbaik," tambahnya.

Hmm ... semakin banyak kesamaan yang Anda miliki dan semakin tinggi komitmen yang Anda sepakati, semakin besar pula peluang yang Anda miliki untuk bisa mempertahankan hubungan itu. Jadi, kenapa tidak?

Sumber : KCM